Ayo bergabung bersama Kami, Komunitas Sehat Synergy!

Misi kami sangat sederhana, yaitu membantu Anda mendapatkan kesehatan berkualitas sekaligus memberikan kesempatan kepada Anda untuk membantu banyak orang menjadi lebih sehat. Sebuah misi mulia yang akan membuat dampak besar kepada hidup Anda dan lingkungan orang-orang yang Anda cintai. Saatnya Anda buat hidup Anda lebih bermakna dan bermanfaat buat hidup banyak orang.


Artikel Kesehatan

Diet Saja tak Cukup untuk Turunkan Berat Badan!

Untuk benar-benar memahami bagaimana cara menurunkan berat badan, Anda perlu mengenal lebih dalam tentang karakter tubuh Anda, pikiran, dan nutrisi yang Anda perlukan. Turun berat badan bukanlah hal yang rumit. Kendalanya hanya pada pengendalian nafsu makan dan betapa malasnya seseorang untuk berolahraga.

Hal ini diperparah dengan beredarnya mitos-mitos seputar diet yang secara ilmiah belum dapat dibuktikan kebenarannya. Seperti mitos spot reduction, bahwa dengan latihan sit up dapat mengecilkan perut. Ada pula yang menganjurkan untuk mengurangi waktu makan menjadi 1-2 kali sehari.

Bahkan ada pula yang menganggap bahwa diet tanpa olahraga juga bisa menurunkan berat badan. Tentu bisa! Tapi, sehatkah diet Anda?

Yang Perlu Anda Ketahui dari Diet

Pengaturan pola makan digabungkan dengan olahraga merupakan cara terbaik untuk menurunkan berat badan, meski pun masih banyak orang yang tidak berolahraga karena berbagai alasan. Tujuan utama dari penurunan berat badan adalah menurunkan kadar lemak tubuh sekaligus menjadi sehat dalam waktu yang sama.

Jika Anda hanya membatasi asupan kalori tanpa melakukan latihan tertentu, bisa jadi tubuh Anda akan kehilangan massa otot. Dan memang berat badan Anda akan turun, karena massa otot Anda juga ikut berkurang. Tapi diet yang sehat itu kan menghilangkan lemak, bukan massa otot. Sekali pun berat badan Anda bisa berkurang.

Lantas mengapa latihan sangat berperan penting dalam menurunkan berat badan? Latihan atau olahraga dapat mempermudah usaha penurunan berat badan karena 4 alasan berikut ini.

  • Meningkatkan pembakaran kalori tubuh setiap hari. Semakin tinggi aktivitas tubuh, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar
  • Membantu pembentukan jaringan otot baru. Semakin banyak otot terbentuk semakin sedikit lemak yang tertimbun dalam tubuh.
  • Membantu mengendalikan rasa lapar. Dengan berlatih tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang bertugas menekan rasa lapar.
  • Membantu menggunakan cadangan glikogen sekaligus  merangsang produksi  hormon pembakar lemak yang disebut glukagon.

Jadi, jika Anda tidak menggabungkan diet Anda dengan berolahraga maka Anda akan mengalami kerugian yang sangat besar dan usaha menurunkan berat badan bisa saja sia-sia.

Mengapa Turun Berat Badan menjadi Tujuan?

Banyak orang bertanya bagaimana caranya menurunkan berat badan. Padahal pertanyaan yang seharusnya dilontarkan adalah ‘bagaimana cara menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan massa otot?’

Otot juga penting untuk kesehatan yang baik. Otot tidak hanya membuat tubuh lebih kuat dan bugar, tapi juga membantu meningkatkan metabolisme. Jaringan otot membutuhkan protein untuk pertumbuhan, memperbaiki diri dan membutuhkan lebih banyak energi daripada lemak. Inilah sebabnya semakin banyak massa otot semakin banyak lemak yang terbakar.

Cara lain untuk memahami ini adalah ibaratkan otot adalah mesin tubuh, sedangkan sel-sel lemak adalah tangki bahan bakar. Ketika seseorang ingin menurunkan berat badan maka orang tersebut harus meningkatkan kinerja mesin tubuh untuk menghabiskan bahan bakar dalam tangki tersebut.

Hormon yang Berperan dalam Diet

Ada dua hormon yang berperan penting mengendalikan sel-sel lemak dalam tubuh, yaitu insulin dan glukagon. Keduanya dipengaruhi oleh kadar gula darah seseorang.

Ketika Anda mengasup karbohidrat, terutama yang ber-GI tinggi seperti nasi putih atau roti, maka gula darah Anda akan meningkat. Peningkatan gula darah akan memicu pelepasan insulin dari pankreas. Peran insulin sendiri adalah untuk menurunkan kadar gula darah, yakni dengan cara membantu penyerapan glukosa ke dalam sel-sel penyimpan lemak (jaringan adiposa).

Glukosa ini kemudian akan diubah menjadi gliserol yang berkombinasi dengan asam lemak dan berubah menjadi trigliserida. Dan inilah yang sering kita sebut sebagai lemak!

Singkatnya, ketika Anda mengonsumsi makanan manis, tubuh akan melepaskan insulin dan menyimpan gula dalam dalam bentuk lemak. Ini adalah pemahaman dasar yang perlu Anda ketahui jika ingin menurunkan berat badan.

Kapan Tubuh Mulai Membakar Lemak?

Ketika kadar glukosa dalam tubuh menurun maka pankreas akan melepaskan glukagon. Peran hormon ini kebalikan dari insulin, yaitu menyebabkan naiknya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama otak yang merupakan organ utama manusia karena mengontrol semua fungsi tubuh.

Tak hanya menyuplai gula menuju otak, glukagon juga menyuplai gula ke seluruh tubuh sebagai sumber energi saat beraktivitas. Hal ini dilakukan dengan cara membongkar jaringan lemak untuk mengekstrak gula yang terkurung dalam sel-sel lemak.  Inilah yang kemudian disebut sebagai membakar lemak.

Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga bisa menjadi cara yang ampuh untuk memaksimalkan kinerja tubuh dalam membongkar sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Itulah sebabnya, kombinasi diet sehat dan olahraga rutin sangat dianjurkan untuk memberikan hasil yang lebih nyata bagi program penurunan berat badan Anda.

Jadi, selalu sertakan latihan dan olahraga dalam program diet Anda. (dan)

DAPATKAN ARTIKEL KESEHATAN DAN DETOX GRATIS!